Rabu, 16 November 2011

Anatomi, Histologi, dan Fisiologi Hepar

Anatomi Hepar
Hepar merupakan kelenjar eksokrim terbesar yang memiliki fungsi untuk menghasilkan empedu, serta juga memiliki fungsi endokrin. Secara garis besar, hepar dibagi menjadi 2 lobus, dextra (kanan-besar) dan sinistra (kiri-kecil), hepar dilapisi oleh kapsula fibrosa yang disebut Capsula Glisson. Secara holotopi, hepar terletak di regio hypochondrium dextra, regio epigastrium, dan regio hypochondrium sinistra. Secara skeletopi, hepar terletak setinggi costa V pada linea medioclavicularis dextra, setinggi spatium intercosta V di linea medioclavicularis sinistra, di mana bagian caudal dextra (bawah kanan)-nya mengikuti arcus costarum (costa IX - VIII) dan bagian caudal sinistra (bawah kiri)-nya mengikuti arcus costarum (costa VIII - VII). Secara syntopi, hepar berbatasan dengan diaphragma (facies diaphragmatica hepatis) dan berbatasan dengan organ-organ lain seperti gaster, pars superior duodeni, glandula suprarenalis dexter, sebagian colon transversum, flexura coli dextra, vesica fellea, oesophagus, dan vena cava inferior (facies visceralis hepatis).

Hepar terbagi menjadi 2 lobus yaitu lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra oleh incisura umbilikalis, ligamentum falciforme hepatis, dan fossa sagittalis sinistra.

Pada lobus hepatis dextra, terdapat fossa sagittalis sinistra, fossa sagittalis dextra, dan porta hepatis. Fossa sagittalis sinistra hepatis terdiri dari fossa ductus venosi dan fossa venae umbilicalis. Fossa sagittalis dextra terdiri dari fossa vesicae fellea dan fossa venae cavae. Porta hepatis membentuk lobus quadratus hepatis dan lobus caudatus hepatis.

Lobus Quadratus Hepatis memiliki batas anterior pada margo anterior hepatis, batas dorsal pada porta hepatis, batas dextra pada fossa vesicae fellea, dan batas sinistra pada venae umbilicalis. Pada lobus quadratus hepatis ini, terdapat cekungan yang disebut impressio duodeni lobi quadrati.

Lobus Caudatus Hepatis (Spigeli) memiliki batas ventro-caudal pada porta hepatis, batas dextra pada fossa venae cavae, dan batas sinistra pada fossa ductus venosi. Pada lobus caudatus hepatis ini terdapat tonjolan yaitu processus caudatus dan processus papillaris.

Lobus Hepatis Sinistra adalah lobus hepar yang berada di sebelah kiri ligamentum falciforme hepatis. Lobus ini lebih kecil dan pipih jika dibandingkan dengan lobus hepatis dextra. Letaknya adalah di regio epigastrium dan sedikit pada regio hyochondrium sinistra. Pada lobus ini, terdapat impressio gastrica, tuber omentale, dan appendix fibrosa hepatis.

Sekarang, kita akan membahas sedikit tentang facies hepatis. Facies hepatis terdiri dari facies diaphragmatica dan facies visceralis hepatis. Facies diaphragmatica (sisi yang berhadapan dengan diaphragma) pada facies anteriornya (sisi depan facies diaphragmatica) terdiri dari margo anterior hepatis dan perlekatan ligamentum falciforme hepatis, sedangkan pada facies superiornya (sisi atas facies diaphragmatica) terdapat impressio cardiaca dan pars affixa hepatis (bare area).





Facies visceralis hepatis (sisi yang menghadap organ intraperitoneal) memiliki facies posterior yang pada facies itu terdapat pars affixa hepatis, fossa vena cavae, impressio suprarenalis, ligamentum hepatogastricum, impressio oesophagea. Pada facies inferiornya terdapat impressio colica, impressio renalis, impressio duodenalis, fossa vesicae felleae, dan fossa venae umbilicalis.

Porta hepatis terdiri dari vena porta, ductus cysticus, ductus hepaticus, dan ductus choledochus, arteri hepatica propria dextra dan arteri hepatica sinistra, serta nervus dan pembuluh lymphe.

Ligamenta hepatis terdiri dari:
  1. Ligamentum falciforme hepatis
  2. Omentum minus
  3. Ligamentum coronarium hepatis
  4. Ligamentum triangulare hepatis
  5. Ligamentum teres hepatis
  6. Ligamentum venosum Arantii
  7. Ligamentum hepatorenale
  8. Ligamentum hepatocolicum


Ligamentum falciforme hepatis merupakan reflexi peritoneum parietale yang terdiri dari 2 lembaran (lamina dextra dan lamina sinistra) serta membentuk lamina anterior ligamentum coronarii hepatis sinistrum dan dextrum. Pada tepi inferior ligamentum ini terdapat ligamentum teres hepatis dan vena para umbilicalis.

Omentum minus membentang dari curvatura ventriculi minor dan pars superior duodeni menuju ke fossa ductus venosi dan porta hepatis. Ligamentum gastrohepatica dan ligamentum hepatoduodenale merupakan bagian dari omentum minus ini.

Fiksasi hepar dilakukan oleh vena hepatica, desakan negatif (tarikan) cavum thoracis, desakan positif (dorongan) cavum abdominis, dan oleh ligamenta yang telah disebutkan sebelumnya, diantaranya:
  1. Lig.falciforme hepatis
  2. Omentum minus
  3. Lig.Triangulare hepatis
  4. Lig.coronarium hepatis
  5. Lig.Teres hepatis
  6. Lig.venosum Arantii


Vascularisasi hepar oleh:
  1. Circulasi portal
  2. A. Hepatica communis
  3. Vena portae hepatis
  4. Vena hepatica


Arteri hepatica communis berasal dari a.coeliaca. Arteri ini melewati lig. hepatoduodenale (bersama ductus choledochus, v.portae, pembuluh lymphe dan serabut saraf) dan bercabang menjadi a. hepatica propria dextra dan a.hepatica propria sinistra.

Vena portae hepatis dibentuk oleh v. mesenterica superior dan v.lienalis. Vena ini berjalan melewati lig. hepatoduodenale, bercabang menjadi ramus dexter dan ramus sinister.

Innervasi hepar oleh:
  1. Nn. Splanchnici (simpatis)
  2. N. Vagus dexter et sinister (chorda anterior dan chorda posterior), dan
  3. N. Phrenicus dexter (viscero-afferent)


Apparatus excretorius hepatis (oleh karena hepar sebenarnya adalah suatu kelenjar raksasa) adalah:
  1. Vessica fellea
  2. Ductus cysticus
  3. Ductus hepaticus, dan
  4. Ductus choledochus

----*



Histologi Hepar
Secara mikroskopik terdiri dari Capsula Glisson dan lobulus hepar. Lobulus hepar dibagi-bagi menjadi:
  • Lobulus klasik
  • Lobulus portal
  • Asinus hepar


Lobulus-lobulus itu terdiri dari Sel hepatosit dan sinusoid. Sinusoid memiliki sel endotelial yang terdiri dari sel endotelial, sel kupffer, dan sel fat storing.

Mari kita bahas satu per satu:
Lobulus hepar:
Lobulus klasik:
  • Berbentuk prisma dengan 6 sudut.
  • Dibentuk oleh sel hepar yang tersusun radier disertai sinusoid.
  • Pusat lobulus ini adalah v.Sentralis
  • Sudut lobulus ini adalah portal area (segitiga kiernann), yang pada segitiga/trigonum kiernan ini ditemukan:
    • Cabang a. hepatica
    • Cabang v. porta
    • Cabang duktus biliaris
    • Kapiler lymphe


Lobulus portal:
  • Diusulkan oleh Mall cs (lobulus ini disebut juga lobulus Mall cs)
  • Berbentuk segitiga
  • Pusat lobulus ini adalah trigonum Kiernann
  • Sudut lobulus ini adalah v. sentralis


Asinus hepar:
  • Diusulkan oleh Rappaport cs (lobulus ini disebut juga lobulus rappaport cs)
  • Berbentuk rhomboid
  • Terbagi menjadi 3 area
  • Pusat lobulus ini adalah sepanjang portal area
  • Sudut lobulus ini adalah v. sentralis
Ilustrasinya:

Sekarang kita bahas tentang sel hepatosit dan sinusoid:
Mikroskopi sel hepatosit:
  • Berbentuk kuboid
  • Tersusun radier
  • Inti sel bulat dan letaknya sentral
  • Sitoplasma:
    • Mengandung eosinofil
    • Mitokondria banyak
    • Retikulum Endoplasma kasar dan banyak
    • Apparatus Golgi bertumpuk-tumpuk
  • Batas sel hepatosit :
    • Berbatasan dengan kanalikuli bilaris
    • Berbatasan dengan ruang sinusoid
    • Berbatasan antara sel hepatosit lainnya


Mikroskopi sinusoid:
  • Ruangan yang berbentuk irregular
  • Ukurannya lebih besar dari kapiler
  • Mempunyai dinding seluler yaitu kapiler yang diskontinu
  • Dinding sinusoid dibentuk oleh sel hepatosit dan sel endotelial
  • Ruang Disse (perivascular space) merupakan ruangan antara dinding sinusoid dengan sel parenkim hati, yang fungsinya sebagai tempat aliran lymphe


Sekarang kita bahas tentang sel endothelial pada sinusoid:
  • Sel endothelial:
    • Berbentuk gepeng
    • Paling banyak
    • Sifat fagositosisnya tidak jelas
    • Letaknya tersebar
  • Sel Kupffer:
    • Berbentuk bintang (sel stellata)
    • Inti sel lebih menonjol
    • Terletak pada bagian dalam sinusoid
    • Bersifat makrofag
    • Tergolong pada RES (reticuloendothelial system)
    • Sitoplasma Lisozim banyak dan apparatus golgi berkembang baik
  • Sel Fat Storing: 
    • Disebut juga Sel Intertitiel oleh Satsuki
    • Disebut juga Liposit oleh Bronfenmeyer
    • Disebut juga Sel Stelata oleh Wake
    • Terletak perisinusoid
    • Mampu menyimpan lemak
    • Fungsinya tidak diketahui


Sistem duktuli hati (sistem saluran empedu), terdiri dari:
  • kanalikuli biliaris
    • cabang terkecil sistem duktus intrahepatik
    • letak intralobuler diantara sel hepatosit
    • dibentuk oleh sel hepatosit
    • pada permukaan sel terdapat mikrovili pendek
  • kanal hering


Termasuk apparatus excretorius hepatis: Vesica fellea:
Gambaran mikroskopisnya:
  • Tunica mucosa-nya terdiri dari epitel selapis kolumnair tinggi
    • Lamina propria-nya memiliki banyak pembuluh darah, kelenjar mukosanya tersebar, dan jaringan ikat jarang
    • Tidak ada muscularis mucosa
  • Tunica muscularis terdiri dari lapisan otot polos tipis
  • Tunica serosa: 
    • merupakan jaringan ikat berisi pembuluh darah dan lymphe
    • permukaan luar dilapisi peritoneum 

sinus rockitansky aschoff 
Merupakan sinus yang terbentuk karena invaginasi epitel permukaan yang menembus ke lapisan otot dan sampai ke lapisan jaringan ikat perimuskuler.

---**


Fisiologi Hepar
Hepar merupakan pusat dari metabolisme seluruh tubuh, merupakan sumber energi tubuh sebanyak 20% serta menggunakan 20 – 25% oksigen darah. Ada beberapa fungsi hepar yaitu :
  1. Fungsi hepar sebagai metabolisme karbohidrat
  2. Pembentukan, perubahan dan pemecahan KH, lemak dan protein saling berkaitan satu sama lain.Hepar mengubah pentosa dan heksosa yang diserap dari usus halus menjadi glikogen, mekanisme ini disebut glikogenesis. Glikogen lalu ditimbun di dalam hepar kemudian hepar akan memecahkan glikogen menjadi glukosa. Proses pemecahan glikogen menjadi glukosa disebut glikogenelisis.Karena proses-proses ini, hepar merupakan sumber utama glukosa dalam tubuh, selanjutnya hepar mengubah glukosa melalui heksosa monophosphat shunt dan terbentuklah pentosa. Pembentukan pentosa mempunyai beberapa tujuan: Menghasilkan energi, biosintesis dari nukleotida, nucleic acid dan ATP, dan membentuk/ biosintesis senyawa 3 karbon (3C) yaitu pyruvic acid (asam piruvat diperlukan dalam siklus krebs).
  3. Fungsi hepar sebagai metabolisme lemak
  4. Hepar tidak hanya membentuk / mensintesis lemak tapi sekaligus mengadakan katabolisis asam lemak Asam lemak dipecah menjadi beberapa komponen :
    1. Senyawa 4 karbon – KETON BODIES
    2. Senyawa 2 karbon – ACTIVE ACETATE (dipecah menjadi asam lemak dan gliserol)
    3. Pembentukan cholesterol
    4. Pembentukan dan pemecahan fosfolipid
    Hepar merupakan pembentukan utama, sintesis, esterifikasi dan ekskresi cholesterol. Di mana serum Cholesterol menjadi standar pemeriksaan metabolisme lipid
  5. Fungsi hepar sebagai metabolisme protein
  6. Hepar mensintesis banyak macam protein dari asam amino. dengan proses deaminasi, hepar juga mensintesis gula dari asam lemak dan asam amino.Dengan proses transaminasi, hepar memproduksi asam amino dari bahan-bahan non nitrogen. Hepar merupakan satu-satunya organ yang membentuk plasma albumin dan ∂ - globulin dan organ utama bagi produksi urea. Urea merupakan end product metabolisme protein. ∂ - globulin selain dibentuk di dalam hepar, juga dibentuk di limpa dan sumsum tulang. β – globulin hanya dibentuk di dalam hepar. Albumin mengandung ± 584 asam amino dengan BM 66.000
  7. Fungsi hepar sehubungan dengan pembekuan darah
  8. Hepar merupakan organ penting bagi sintesis protein-protein yang berkaitan dengan koagulasi darah, misalnya: membentuk fibrinogen, protrombin, faktor V, VII, IX, X. Benda asing menusuk kena pembuluh darah – yang beraksi adalah faktor ekstrinsi, bila ada hubungan dengan katup jantung – yang beraksi adalah faktor intrinsik. Fibrin harus isomer biar kuat pembekuannya dan ditambah dengan faktor XIII, sedangakan Vit K dibutuhkan untuk pembentukan protrombin dan beberapa faktor koagulasi.
  9. Fungsi hepar sebagai metabolisme vitamin
  10. Semua vitamin disimpan di dalam hepar khususnya vitamin A, D, E, K
  11. Fungsi hepar sebagai detoksikasi
  12. Hepar adalah pusat detoksikasi tubuh, Proses detoksikasi terjadi pada proses oksidasi, reduksi, metilasi, esterifikasi dan konjugasi terhadap berbagai macam bahan seperti zat racun, obat over dosis.
  13. Fungsi hepar sebagai fagositosis dan imunitas
  14. Sel kupfer merupakan saringan penting bakteri, pigmen dan berbagai bahan melalui proses fagositosis. Selain itu sel kupfer juga ikut memproduksi ∂ - globulin sebagai immune livers mechanism.
  15. Fungsi hemodinamik
  16. Hepar menerima ± 25% dari cardiac output, aliran darah hepar yang normal ± 1500 cc/ menit atau 1000 – 1800 cc/ menit. Darah yang mengalir di dalam a.hepatica ± 25% dan di dalam v.porta 75% dari seluruh aliran darah ke hepar. Aliran darah ke hepar dipengaruhi oleh faktor mekanis, pengaruh persarafan dan hormonal, aliran ini berubah cepat pada waktu exercise, terik matahari, shock. Hepar merupakan organ penting untuk mempertahankan aliran darah.

15 komentar:

  1. Lengkap sekali yapenjelasannya, tapi baru baca sekali masih gak ngerti, saya boba baca lagi de ;)

    BalasHapus
  2. ohh kedokteran :)
    iya iya salam kenal ^^

    BalasHapus
  3. mampir lagi sob, sibuk sekali sobat ku ini rupanya, kok belum up date lagi nih ;)

    BalasHapus
  4. wah gak mudeng aku dok, mau nanya nih, caranya biar gemuk gimana . . ??/ aku ceking ni

    BalasHapus
  5. Subhanallah, ternyata bentuk hexagonal ini tidak hanya ditemukan pada sarang madu, jamur, jaring laba-laba dan lainnya, juga ada pada lobulus, tubuh kita sendiri..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, ini adalah bentuk yang sempurna untuk model bertumpuk-tumpukan seperti pada rongga di sarang madu, jamur, dan sebagainya.

      Hapus
  6. wah,,jadi ingat pelajaran biologi saya.

    BalasHapus

Ada komentar? Silakan berkomentar di bawah sini. Terima kasih.

Prev Next home